-20%
Formula ini mengandung Kalium (K) yang sangat tinggi (27%), menjadikannya pupuk yang paling ideal untuk Tanaman Menghasilkan (TM) guna memaksimalkan pembentukan buah dan meningkatkan bobot janjang.
Pupuk NPK DGW 13-8-27 adalah pupuk majemuk (compound) premium yang diproduksi menggunakan Teknologi Compaction (pemadatan). Formulasi nutrisinya disesuaikan secara presisi dengan kebutuhan hara kelapa sawit pada fase generatif (berbuah). Kombinasi hara yang seimbang di dalam setiap butirannya memastikan tanaman kelapa sawit menerima asupan makanan secara merata demi mendukung pertumbuhan vegetatif sekaligus menggenjot produksi buah.
Keunggulan
Teknologi Compaction (Pemadatan Padat): Butiran pupuk lebih stabil, tidak mudah hancur menjadi debu saat ditransportasikan, serta memiliki sifat pelepasan hara yang lebih teratur (controlled release) sehingga meminimalkan risiko pupuk hanyut oleh air hujan.
Kadar Kalium Tinggi (27% K2O): Mempercepat translokasi karbohidrat ke buah, membuat ukuran janjang sawit lebih besar, lebih padat, meningkatkan rendemen minyak (CPO), serta memperkuat daya tahan tanaman terhadap penyakit.
Efisien dalam Aplikasi: Menyatukan unsur makro primer (N, P, K) dalam satu kali sebar, secara signifikan menghemat biaya operasional dan upah tenaga kerja dibanding aplikasi pupuk tunggal konvensional (Urea, TSP, KCl secara terpisah).
Menjaga Kelestarian Akar: Formula yang larut secara bertahap menjaga tingkat keasaman di sekitar perakaran tetap stabil, sekaligus merangsang serapan air yang lebih efisien.
Cara Penggunaan
Gunakan metode pemupukan yang presisi untuk hasil optimal:
Dosis Rekomendasi Umum (Fase Tanaman Menghasilkan / TM):
TM Muda (Usia 3–5 tahun): ± 1,5 – 2,5 kg per pohon per aplikasi.
TM Dewasa (Usia >5 tahun): ± 2,5 – 3,5 kg per pohon per aplikasi.
(Frekuensi aplikasi dilakukan 2 kali dalam setahun, total kebutuhan berkisar antara 4–7 kg per pohon per tahun tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan target produktivitas lahan). [1]
Waktu Pemupukan:
Lakukan pemupukan pada awal musim hujan (kira-kira September–Oktober) dan akhir musim hujan (kira-kira Maret–April).
Jangan memupuk di bawah terik matahari ekstrem (musim kemarau panjang) karena pupuk akan menguap sia-sia, dan hindari pemupukan saat hujan terlalu lebat karena berisiko erosi hara.
Teknik Aplikasi Lapangan:
Bersihkan piringan pohon (circle) dari rumput liar, gulma, atau tumpukan pelepah kering.
Taburkan granul pupuk secara merata melingkar pada piringan dengan jarak 1 hingga 2 meter dari pangkal batang (fokus pada area di bawah ujung tajuk pelepah luar, di mana akar rambut aktif sawit berada).
Pastikan pupuk ditabur menyebar, bukan ditumpuk di satu tempat, agar tidak merusak perakaran tanaman.
| Kandungan N | 13% |
| Kandungan P | 8% |
| Kandungan K | 27% |
| Bentuk | Butiran (Prill) |
| Warna | Merah/Kecoklatan |
| Berat Bersih | 50 kg |
| Sertifikasi | SNI, Kementerian Pertanian |